Dalam Tempo Sebulan Dukungan untuk Kang Jamil Raup 10.000 KTP (Kabar Priangan Online)

thumbnail
TASIKMALAYA, (KAPOL).-
Gairah warga Kota Tasikmalaya mendukung calon perseorangan (independen) terus menggeliat.
Dalam waktu satu bulan saja, jumlah KTP dukungan untuk Nanang Nurjamil yang akrab disapa Kang Jamil sudah mencapai 10.000 lembar.
Jumlah itu memang belum memenuhi syarat perseorangan yang untuk Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 sekira 40.000 KTP. Tapi dalam waktu dua atau tiga bulan ke depan diyakini terpenuhi.
Salah satu tim dukungan KTP untuk Kang Jamil, Heri Fajari mengatakan, jumlah sementara 10.000 KTP itu baru diperoleh dari Kecamatan Purbaratu, Cipedes, Mangkubumi, Bungursari dan Cihideung.
Dipastikan akan terus bertambah karena menginjak bulan Februari 2016, tim bergerak ke lima kecamatan tersisa.
“Kami optimis tercapai, apalagi masih banyak waktu sampai batas ketentuan KPU,” kata Heri, Rabu (27/1/2016).
Syarat dukungan KTP untuk calon independen dibagi atas jumlah penduduk. Jika penduduk Kota Tasikmalaya masuk kategori antara 500 ribu sampai 1 juta, dukungan minimal harus 7 persen dari jumlah penduduk. (Jani Noor)
Sumber : http://kabarpriangan.co.id/dalam-tempo-sebulan-dukungan-untuk-kang-jamil-raup-10-000-ktp/

Kang Jamil Menjawab Permasalahan Pariwisata Kota Tasikmalaya

thumbnail
Salah satu ciri Pimpinan Yang Merakyat adalah komunikatif dan interaktif baik dalam suasana formal maupun non formal. Walau hanya melalui media sosial, di sela-sela aktifitas kesehariannya Kang Jamil masih tetap melayani dialog-dialog dengan masyarakat melalui akun media sosialnya
Salah satu dialog yang menarik adalah dialog tentang Pariwisata Kota Tasikmalaya yang ditanyakan oleh masyarakat.

Tanya
"Cik kinten2 kumaha konsep kang Nanang Nurjamil Di bidang pariwisata,
Keun weh ieu mah etang2 ditodong ku abdi, Meh masyarakat uninga perkawis gambaran Yen Tasik punya potensi wisata, Prung"

Kang Jamil Menjawab
Ada 11 aspek yang perlu menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan kawasan wisata, yaitu :
  1. Pengembangan yang dilakukan setidaknya telah mampu untuk bersaing dengan obyek wisata yang ada dan serupa dengan objek wisata di tempat lain.
  2. Pengembangan kawasan wisata harus tetap, tidak berubah dan tidak berpindah-pindah kecuali dari bidang pembangunan dan pengembangan.
  3. Harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai serta mempunyai ciri-ciri khas tersendiri.
  4. Pengembangan kawasan wisata harus menarik dalam pengertian secara umum (bukan pengertian dari subjektif) dan sadar wisata masyarakat setempat.
  5. Memahami karakteristik, sifat-sifat unik dan kerentanan mengenai objek yang mempunyai potensi untuk diangkat sebagai atraksi
  6. Memahami karakteristik pasar (asal, demografis, total expenditure dll)
  7. Mencari signifikansi hubungan yang menguntungkan terutama kedua belah pihak (atraksi dan pasar) maupun masyarakat umum dan industri pariwisata
  8. Mencari kekurangan dan kelebihan yang telah dimiliki oleh objek atas dasar assessment mendalam berdasarkan sudut pandang pasar, masyarakat, industri, dan kebijakan pemerintah
  9. Menentukan strategi mempertahankan kelebihan untuk menjaga agar tidak terjadi degradasi objek oleh akibat eksplorasi pariwisata
  10. Menentukan strategi mengembangkan / memperbaiki kekurangan-kekurangan agar dapat memenuhi standar atau permintaan minimal pasar dan stakeholder
  11. Menyusun program-program sebagai konsekuensi dari kedua butir terakhir di atas.
Konsepnya sendiri akan menerapkan sebagaimana konsep yang telah diterapkan dalam program pengembangan wisata di beberapa wilayah Indonesia Timur, Sustainable Tourism Development, yaitu adanya kesinambungan yang terintegrasi antara faktor kepentingan dan nilai ekonomi, lingkungan, teknologi, sosial budaya setempat.
Suistanable Tourism Development
Jika melihat pada peta kawasan wisata yang ada di Kota Tasikmalaya, maka pengembangan wisata lebih cenderung pada kuliner dan produk ekonomi kreatif, serta beberapa wisata alam, jika melihat potensi yang ada, maka strategi pengembangannya harus dimulai dari pemberdayaan, sementara rekayasa teknologi sarana dan prasarana lebih difokuskan pada pengembangan wisata alam.
Alur pikir konsep strategi pengembangan wisata berkesinambungan itu mengintegrasikan antara kepentingan ekonomi, keselamatan lingkungan, rekayasa teknologi dan kepentingan untuk mempertahankan sosial budaya setempat. Bali cukup berhasil menerapkan konsep STD ini dengan cerdas dan tepat. Untuk kota Tasikmalaya sendiri saya punya konsep pengembangan wisata edukasi dan religi. Center pointnya ada pada : pembangunan kampung budaya, pembangunan museum diorama sejarah perjuangan dan pengembangan Islam di Tasikmalaya.Center pointnya ada pada : pembangunan kampung budaya, pembangunan museum diorama sejarah perjuangan dan pengembangan Islam di Tasikmalaya.


Tanya
Ada beberapa faktor kenapa objek wisata hanya sekali dikunjungi oleh wisatawan,
Baik itu dari masyarakat lingkungan sendiri ataupun dari luar,
Secara detail, bagaimana penilaian terhadap disbudpar sekarang???
Apa yang perlu dibenahi, dan apa yang perlu dipertahankan.
Mengingat bergesernya objek wisata yang tadinya untuk rekreasi kini berorientasi pada lokasi prostitusi.
Dan itu relatif terjadi dimanapun bukan hanya di Tasikmalaya.

Kang Jamil Menjawab
Adanya Pergeseran nilai substansi dan destinasi wisata, terjadi karena lemahnya pengawasan, tidak inovatifnya pemerintah dalam melakukan pengelolaan dan pengembangan terhadap kawasan-kawasan wisata yang ada. Belum tentu menjadi kelemahannya Dishubpar, sebab kalau tidak ditunjang dengan anggaran yang memadai, dishubpar juga tidak bisa berbuat apa-apa karena pengembangan wisata itu sektor dominannya ada pada anggaran.

Tanya
Secara kasar,
Akses untuk menuju ke sebuah objek wisata adalah faktor penting,
Secara nalar, fasilitas dan pelayanan tentu harus jadi barang dagangan utama pula yang disuguhkan untuk wisatawan.
Mengenai SDM di lapangan,
Apakah dipandang perlu memberlakukan sistem standardisasi pelayanan bagi para pelaku ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata? Atau di biarkan diserahkan pada kualitas dan kreatifitas para pelaku itu sendiri??

Kang Jamil Menjawab
Mimpi dan obsesi saya, bagaimana agar Kota Tasikmalaya memiliki sebuah kawasan wisata terpadu, wisatawan bisa berkunjung melihat keindahan panorama alam sekaligus di tempat itu disuguhi atraksi kesenian khas kasundaan Tasikmalaya (seperti karinding), juga wisatawan bisa melihat bagaimana cara membatik, membuat payung tasik, membuat kelom geulis sambil mencicipi makanan kuliner khas Tasikmalaya.
Kunci kesuksesan wisata itu ada pada tourism satisfaction, baik menyangkut : something to see (sesuatu yg dilihat), something to buy (sesuatu yg mereka beli) dan something to do (sesuatu yg mereka lakukan) di setiap tempat wisata yg mereka kunjungi.
Satu lagi RTBL, Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan yang ada dalam kawasan wisata yang akan dikembangkan. Itulah konsep Sustainable Tourism Development (STD), nilai ekonominya didapat, keseimbangan ekosistem lingkungannya tetap terjaga sehingga dapat memberi "carying capacity" (daya dukung lingkungan) terhadap kawasan wisata itu sendiri, nilai-nilai sosial budaya setempat tidak mengalami pergeseran yang akan membahayakan bagi keberlangsungan masyarakat setempat.
Menanggapi pertanyaan mengenai besaran Anggaran, Kang Jamil Menjawab singkat dan padat, "rasionalitas dalam membangun tetap harus menjadi dasar pertimbangan, jangan sampai membuat tencana yang tidak mengukur pada aspek kemampuan dan sumber daya yang ada".Jangan hanya terpaku kepada APBD, cari sumber dana lain, makanya pemimpin jangan cuma diam saja, harus terus berusaha mencari sumber-sumber anggaran lain dan disinilah integritas dan kapabilitas sebuah pemerintahan diuji.
Tetap harus ada anggaran SKPD, tetapi pengembangan pariwisata itu tidak selalu harus masuk menjadi anggaran SKPD. Bahkan pemerintah bisa hanya berperan sebagai mediator dan fasilitator serta izin kebijakan saja, untuk teknis dan anggaran pengembangannya bisa dilakukan oleh pihak ke-3 (investor) melalui MOU.
Kemas industri kreatif itu semenarik mungkin, pasarkan dengan dua cara : on site market dan out site market, dalam cara on site market itulah harus masuk pada konsep OVOP (One Village One Product), tunjukan cara membuat kreasinya semenarik mungkin dan jual di tempat itu sebanyak mungkin, untuk hal tersebut perlu ruang, sumber daya/anggaran dan pembekalan/pelatihan edukatif serta praktek, dalam hal ini pemerintah yang punya tanggungjawab.

Lawan Politik Uang/Risywah

thumbnail
Menjelang Pilkada 2017, Suhu politik di Kota Tasikmalaya semakin hari, semakin ramai dan menghangat, walau masih di tatanan para elit namun opini dan isu sudah mulai dihembuskan ke tingkatan masyarakat pemilih sebagai penentu hasil akhir dari pesta demokrasi ini. 
Para calon peserta pun sudah mulai bermunculan dan sudah mulai melakukan gerakan-gerakan mencari simpati dan dukungan, proses pencitraan dilakukan dengan konsep dan kemasan yang beraneka ragam tentu dengan harapan pada saatnya nanti akan mendapat dukungan terbesar dan memenangkan pertarungan.
Dalam perjalanan pesta demokrasi seperti ini, sudah pasti masyarakat sebagai juri akan terbagi dan terpecah dalam perbedaan pandangan dan pilihan karena inilah demokrasi.
Ada satu yang perlu Baraya ingat Perbedaan adalah Rahmat, sehingga sangatlah naif jika perbedaan dijadikan alat permusuhan, marilah kita tetap jaga silaturahmi dan persaudaraan walaupun mempunyai pilihan yang berbeda. 
Marilah kita hiasi pesta demokrasi ini dengan politik santun dan bermartabat. dan yang paling utama tentukan pilihan berdasarkan hati nurani, gunakan akal dan pikiran kita dalam menilai figur yang kita harapkan sehingga kita akan mendapatkan pemimpin yang benar-benar memiliki kualitas, integritas dengan inovasi dan karya yang bisa membawa kita bahagia. 
Gerakan Masyarakat Anti Risywah (Politik Uang)

Lawan Politik Uang/Risywah, karena jika ada calon pemimpin yang melakukannya, sudah pista dipastikan itu adalah calon pemimpin yang nantinya akan mengkebiri hak hak kita, dan merampok kesejahteraan kita. Maka harapan kita Untuk Kota Tasikmalaya Yang Lebih Baik akan tetap menjadi khayalan semata.

Makna Dan Hakikat Menjadi Pemimpin

thumbnail
Jika Makna Dan Hakikat Menjadi Pemimpin ini dijalankan, maka Insha Allah amanah itu akan tetap terjaga dengan baik dan benar :
Tanggung Jawab, Bukan Keistimewaan.
Ketika seseorang diangkat atau ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga atau institusi, maka ia sebenarnya mengemban tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin yang harus mampu mempertanggung jawabkannya,.Bukan hanya dihadapan manusia tapi juga dihadapan Allah. Oleh karena itu, jabatan dalam semua level atau tingkatan bukanlah suatu keistimewaan sehingga seorang pemimpin atau pejabat tidak boleh merasa menjadi manusia yang istimewa sehingga ia merasa harus diistimewakan dan ia sangat marah bila orang lain tidak mengistimewakan dirinya.

Pengorbanan, Bukan Fasilitas
Menjadi pemimpin atau pejabat bukanlah untuk menikmati kemewahan atau kesenangan hidup dengan berbagai fasilitas duniawi yang menyenangkan, tapi justru ia harus mau berkorban dan menunjukkan pengorbanan, apalagi ketika masyarakat yang dipimpinnya berada dalam kondisi sulit dan sangat sulit.
Kerja Keras, Bukan Santai.
Para pemimpin mendapat tanggung jawab yang besar untuk menghadapi dan mengatasi berbagai persoalan yang menghantui masyarakat yang dipimpinnya untuk selanjutnya mengarahkan kehidupan masyarakat untuk bisa menjalani kehidupan yang baik dan benar serta mencapai kemajuan dankesejahteraan. Untuk itu, para pemimpin dituntut bekerja keras dengan penuh kesungguhan dan optimisme.
Melayani, Bukan Sewenang-Wenang.
Pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, karena itu menjadi pemimpin atau pejabat berarti mendapatkan kewenangan yang besar untuk bisa melayani masyarakat dengan pelayanan yang lebih baik dari pemimpin sebelumnya. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus memiliki visi dan misi pelayanan terhadap orang-orang yang dipimpinnya guna meningkatkan kesejahteraan hidup, ini berarti tidak ada keinginan sedikitpun untuk membohongin rakyatnya apalagi menjual rakyat, berbicara atas nama rakyat atau kepentingan rakyat padahal sebenarnya untuk kepentingan diri, keluarga atau golongannya.

Keteladanan dan Kepeloporan, Bukan Pengekor.
Dalam segala bentuk kebaikan, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan dan pelopor, bukan malah menjadi pengekor yang tidak memiliki sikap terhadap nilai-nilai kebenaran dan kebaikan. Ketika seorang pemimpin menyerukan kejujuran kepada rakyat yang dipimpinnya, maka ia telah menunjukkan kejujuran itu. Ketika ia menyerukan hidup sederhana dalam soal materi, maka ia tunjukkan kesederhanaan bukan malah kemewahan. Masyarakat sangat menuntut adanya pemimpin yang bisa menjadi pelopor dan teladan dalam kebaikan dan kebenaran.
Tanggungjawab, pengorbanan, kerja keras, melayani, serta keteladanan dan kepeloporan yang merupakan amanah bagi seorang pemimpin. Namun apabila amanah tersebut lebih dipandang sebagai sebuah keistimewaan, fasilitas, kesantaian, kesewenangan, dan mengindahkan keteladanan, maka ia dapat menjadi musibah. Jabatan, apalagi jabatan tertinggi dalam suatu kelompok, adalah amanah yang diberikan. Ia akan menjadi musibah bila kita tidak menjalankannya dengan benar dan ia bisa menjadi anugrah apabila kita telah “preventif” dengan memaknai hakikat kepemimpinan secara mendalam


"Kang Jamil Untuk Tasik Yang Lebih Baik"

Siapakah Kang Jamil ?

thumbnail
Kang Jamil Untuk Tasik Lebih BaikKang Jamil adalah seorang putra daerah yang memiliki kepedulian yang cukup besar terhadap Kota ataupun Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini terlihat dalam beberapa tahun ke belakang. Berbagai konsep, ide dan gagasannya selalu menghiasi forum - forum tentang Tasikmalaya di berbagai media sosial untuk Tasikmalaya yang merupakan tanah kelahirannya.
Sosok yang bernama lengkap Ir. Nanang Nurjamil, MM. ini lahir di Tasikmalaya pada tanggal 20 April 1965, yang merupakan putra dari KH. Munir Zainuddin dan Hj. Yuhaniah.
Kang Jamil merupakan suami dari Oce Rosmiati,  dan telah dikaruniai 3 orang anak yaitu : Hasby Jamil (21 th), Annisa Jamil (15 th), Alyaa Jamil (11 th)
Untuk mengenal lebih jauh sosok Kang Jamil, berikut informasi yang mudah-mudahan menjadi refernsi buat Baraya dalam mencari sosok Untuk Tasik Yang Lebih Baik.

Pekerjaan
  • Komisaris Direktur di konsultan perencana teknis (Konsultan Enjinering) PT Panata Astha Sarana,
  • Komisaris Direktur PT MARKAS
  • Komisaris Direktur PT Multi Maestro Desain
Pendidikan Formal
  • SDN PENGADILAN IV Tasikmalaya 1976
  • SMPN 2 Tasikmalaya 1980
  • SMAN 2 Tasikmalaya 1983
  • ATPU Bandung 1987
  • Teknik Lingkungaan STTL-YLH Yogyakarta 1991
  • Magister Manajemen UNHAS
  • Program doktor (S3) bidang Ilmu Lingkungan dan Pembangunan di Universitas Brawijaya, Malang. (Dalam proses penyelesaian)
Pendidikan Non Formal (Training, Workshoop, Seminar)
  • Ponpes Darussalam. Cidewa, Ciamis,
  • Madrasah Nurul Iman, Kota Tasikmalaya
  • Ponpes KH. Zainal Mustafa, Sukamanah-Singaparna .
  • Training Fasilitator Gugus Kendali Mutu ISO 9000, 1989
  • Training Water Supply and Solid Waste Management System, 1994
  • Training EIUDP, SSUDP, Dept PU dan IBRD (World Bank) 1992
  • Workshop Manajemen Persampahan 1997
  • Workshop Manajemen Sistim Penyediaan Air bersih 1998
  • Workshop Manajemen Sanitasi Lingkungan 1999
  • Worksop Manajemen Sistim Drainase 1999
  • Training Koordinator Proyek PT IK, Bandung 1994
Organisasi
  • Wakil ketua umum KADIN Sulsel,
  • Wakil Ketua Umum DPP INKINDO Sulsel,
  • Wakil Ketua Umum Gapensi Sulsel,
  • Ketua BAM (Badan Advokasi dan Mediasai) Sulsel
  • Pembina Kusuma, (Karukunan Sunda Makassar)
  • Ketua dan Pembina Majelis Dzikir Sulahulmu'min,
  • Ketua Dewan Penasihat LSM Kawilang Tasikmalaya.
  • Pendiri dan Pembina Teater LAH Tasikmalaya 1983,
  • Sanggar Seni PEDATI Tasikmalaya 1980,
  • Ketua MPS SMAN 2 TSM 1982/83,
  • Wakil Ketua Kontingan Jambore Pramuka dan PMR Gunung Jati Cirebon 1982,
  • Wakil Ketua Senat STTL 1989,
  • Ketua Dept Kesenian ATPU Bandung 1985,
  • Anggota IATPI
  • Anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia
Penghargaan
  • Beasiswa Supersemar,
  • MTQ antar pelajar Tasikmalaya Tahun 1982,
  • Juara 1 POP Singer Kab. Tasikmalaya 1987,
  • Juara 2 FVG antar Mahasiswa Se-JABAR,
  • Fasilitator GKM ISO-9000 Wahana Kendali Mutu,
  • Sertifikat TOT Urban Development Programme,
  • SKA Utama Ahli Lingkungan,
  • Best Trainer Manajemen Mutu PT IK,
  • Project Koordinator UDP,
  • Ketua Tim/Team Leader Program Pembangunan Penyediaan Air Bersih NTB dan SULSEL,
  • Team Leaser Solid Waste Management System SSUDP,
  • Ketua Tim Sistim Manajemen Operasional Persampahan Kota Makassar,
  • Team Ahli Pengendalian Banjir pada MFC.
Itulah biodata Kang Jamil yang hadir di Tasikmalaya untuk berjuang dalam pembangunan Kota Tasikmalaya ke depan. Sebagai putra daerah, Kang Jamil juga memiliki idealisme, karakter dan keberanian yang sangat dibutuhkan oleh figur seorang pimpinan.
Setelah sekian puluh tahun berkelana di berbagai kota, bahkan sampai ke luar negeri untuk menunaikan tugasnya sebagai Konsultan Perencana Kota, kini Ir. Nanang Nurjamil. MM (Kang Jamil) akan kembali ke kampung halamannya, Tasikmalaya. Atas dorongan dari berbagai elemen masyarakat yang selalu berkomunikasi dan berinteraksi baik melalui media sosial ataupun secara langsung karena aktifitas - aktifitas real di Tasikmalaya, Kang Jamil siap mengemban amanah Untuk Tasik Yang Lebih Baik melalui Jalur Perseorangan/Independen dengan program-program unggulan yang sudah disiapkan.

Visi : Tasik Lebih Baik 2022
 

Misi
  1. Peningkatan Pelayanan Publik,
  2. Transparansi dan Akuntabilitas Informasi Publik,
  3. Reformasi Birokrasi,
  4. Peningakatan Infrastruktur dan Tata Kota Berwawasan Lingkungan,
  5. Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Program Kerja 12
  1. Kowanir
  2. Bank Sampah
  3. GEMPAR (Gerakan Masyarakat dan Pejabat Anti Risywah)
  4. Reformasi Birokrasi
  5. Lorong Hijau
  6. Taman Kreasi
  7. Revitalisasi Pasar Tradisional
  8. PPIWL (Pembangunan Perumahan dan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan)
  9. Amaliah (Ajengan Masuk Sekolah)
  10. Reformasi Ketenagakerjaan
  11. Pengembangan Ekonomi Kreatif
  12. Reformasi Pelayanan Publik

"Jangan Pernah Berharap Pemerintah Yang Baik, Jika Masyarakat Masih Terjebak Dengan Proses Yang Tidak Baik"

Reformasi Birokrasi Dimulai Dengan Program Lelang Jabatan

thumbnail
Reformasi Birokrasi dimulai dengan Penerapan Program Lelang Jabatan :
Penempatan pejabat di lingkungan birokrasi atas dasar kepentingan politis strategis, kolusi dan nepotisme sudah menjadi rahasiah umum. Pertimbangan Dan penilaian atas adasar faktor : skill, integritas, kapabilitas dan kapasitas tidak lagi menjadi dasar pertimbangan prioritas. Adapun aspek loyalitas seringkali dimaknai sebagai sebuah kepatuhan "sumuhun dawuh" atau ABS (Asal Bapak Senang), maka setiap bawahan yang mampu membuat atasannya "senang", itulah bawahan yang "loyal", padahal loyalitas seharusnya dimaknai sebagai kepatuhan berikut koreksi (correctiv action), Sikap dan kebijakan atasan tidaklah selalu merupakan sikap dan kebijakan yang sempurna, oleh karena itu tetaplah membutuhkan koreksi, saran dan masukan. 
Lelang Jabatan akan menjadi sebuah konsep dan strategi KJ dalam melakukan reformasi birokrasi. Penempatan pejabat dilingkungan birokrasi akan dilakukan melalui Kriteria dan mekansime proses sebagi berikut :
  1. Penyaringan calon pejabat berdasarkan Pemeriksaan kelayakan berkas persyaratan administrasi sesuai regulasi yang berlaku. Melalui seleksi/penyaringan ini, maka tidak akan ada lagi penajabat yg menempati jabatannya yang tdak sesuai dengan golongan, kepangkatannya, masa kerja dll.
  2. Tes kompetensi akademik yang dilakukan oleh tim penguji dari akademisi, para pakar administrasi pemerintahan, pakar komunikasi dan IT, pakar manajemen, perwakilan media publik, ulama, dll. Tim Penguji dibentuk berdasarkan SK Walikota
  3. Psiko Tes oleh Tim Khusus
  4. Tes wawancara dilakukan oleh walikota/wakil walikota, ketua dprd beserta para ketua komisi
  5. Seluruh rangkaian hasil tes kompetensi akademik, tes integritas, kapabilitas, wawancara dam psikotes dipublikasikan di media publik untuk diketahui oleh publik
  6. Setelah tidak ada sanggahan/komplain dan hasil pembuktian atas jawaban komplain/sanggahan diterima, maka kemudian walikota/wakil walikota membuat SK Pengangkatan/Penempatan Pejabat berdasarkan rangkaian proses bserta data2 hasil pelelangan sebagaimana rangkaian proses tsb diatas.